Friday, 17 December 2010

Kelebihan dan Kekurangan Amalgam

Amalgam adalah bahan tambal berbahan dasar logam, di mana komponen utamanya:

a). Likuid, yaitu logam merkuri.

b). Bubuk, yaitu logam paduan yang kandungan utamanya terdiri dari perak, timah, dan tembaga. Selain itu juga terkandung logam-logam lain dengan persentase yang lebih kecil. Seperti bahan restorasi lainnya yang memiliki kekurangan dan kelebihan, amalgam juga memiliki kekurangan dan kelebihan sebagai berikut :

Kelebihan :

a). Dapat dikatakan sejauh ini amalgam adalah bahan tambal yang paling kuat dibandingkan dengan bahan tambal lain dalam melawan tekanan kunyah, sehingga amalgam dapat bertahan dalam jangka waktu yang sangat lama di dalam mulut (pada beberapa penelitian dilaporkan amalgam bertahan hingga lebih dari 15 tahun dengan kondisi yang baik) asalkan tahap-tahap penambalan sesuai dengan prosedur.

b). Ketahanan terhadap keausan sangat tinggi, tidak seperti bahan lain yang pada umumnya lama kelamaan akan mengalami aus karena faktor-faktor dalam mulut yang saling berinteraksi seperti gaya kunyah dan cairan mulut.

c). Penambalan dengan amalgam relatif lebih simpel dan mudah dan tidak terlalu “technique sensitive” bila dibandingkan dengan resin komposit, di mana sedikit kesalahan dalam salah satu tahapannya akan sangat mempengaruhi ketahanan dan kekuatan bahan tambal resin komposit.

d). Biayanya relatif lebih rendah


Kekurangan :

a). Secara estetis kurang baik karena warnanya yang kontras dengan warna gigi, sehingga tidak dapat diindikasikan untuk gigi depan atau di mana pertimbangan estetis sangat diutamakan.

b). Dalam jangka waktu lama ada beberapa kasus di mana tepi-tepi tambalan yang berbatasan langsung dengan gigi dapat menyebabkan perubahan warna pada gigi sehingga tampak membayang kehitaman.

c). Pada beberapa kasus ada sejumlah pasien yang ternyata alergi dengan logam yang terkandung dalam bahan tambal amalgam. Selain itu, beberapa waktu setelah penambalan pasien terkadang sering mengeluhkan adanya rasa sensitif terhadap rangsang panas atau dingin. Namun umumnya keluhan tersebut tidak berlangsung lama dan berangsur hilang setelah pasien dapat beradaptasi.

d). Hingga kini issue tentang toksisitas amalgam yang dikaitkan dengan merkuri yang dikandungnya masih hangat dibicarakan. Pada negara-negara tertentu ada yang sudah memberlakukan larangan bagi penggunaan amalgam sebagai bahan tambal.

Proses Terbentuknya PLAK

Plak adalah suatu deposit lunak yang mengandung berbagai macam kumpulan mikroorganisma pada permukaan gigi. Satu gram plak dalam gigi dapat mengandung 2x 10 pangkat 11. Plak memiliki komposisi sbb :
1 Komposisi kimia.
- Seluler dan aseluler.
- 20% bentuk padat dan 80% air. terdiri dari :
a. Protein 45%
b. Karbohidrat 15%

c. Lipid 12 %

2 Komposisi Bakteri.

Subgingival 1011/ gram

Bakteri yg tetap bertahan pd epitel 108 /ML saliva

Proses terbentuknya plak :

1. Pembentukan Pelikel
2. Kolonisasi awal
3. Kolonisasi sekunder

4. Maturasi plak


1. Pembentukan pelikel

Beberapa saat setelah pembersihan gigi terbentuk lapisan tipis dari protein saliva, sebagian besar glikoprotein, disimpan pada permukaan gigi (baik itu pada restorasi dan gigi tiruan). Lapisan ini, disebut pelikel saliva acquired, yang tipis (0,5 μm), lembut, tidak berwarna dan transparan. Melekat pada permukaan gigi dan dapat dihilangkan hanya dengan gesekan ringan. Terdapat elektrostatik antara hidroxiapati dan komponen saliva seperti glikoprotein. Pada awal pembentukan pelikel masih terbebas dari bakteri.

Pelikel saliva berfungsi sebagai pelindung. Pelikel juga membatasi difusi dari produk asam dari hasil pemecahan glukosa. Pelikel ini juga mampu mengikat ion organk yang lain seperti fluoride yang dapat meningkatkan remineralisasi. Pelikel juga mengandung antibakteri antara lain Ig G, Ig A, Ig M, komplemen dan lisosim.Dental pelikel terbentuk pada permukaan yang juga menyediakan substrat yang mendukung akumulasi bakteri pada bentukan plak.

2. Kolonosasi awal

Sangat cepat, hanya beberapa menit, setelah itu pelikel langsung terdeposit oleh populasi bakteri. Bakteri dapat terdeposit secara langsung pada enamel tetapi selalu terjadi perlekatan dengan pelikel dan agregasi bakteri juga dilapisi oleh glikoprotein saliva.

Bakteri yang pertama-tama mengkoloni permukaan gigi yang dibalut pelikel adalah didominasi oleh mikroorganisma fakultatif gram-positif, seperti Actinomyces viscosus,Streptococcus mutans dan Streptococcus sanguis. Pengkoloni awal tersebut melekat ke pelikel dengan bantuan adhesin, yaitu molekul spesifik yang berada pada permukaan bakteri. Massa plak kemudian mengalami pematangan bersamaan dengan pertumbuhan bakteri yang telah melekat, maupun kolonisasi dan pertumbuhan spesies lainnya. Dalam perkembangannya terjadi perubahan ekologis pada biofilm, yaitu peralihan dari lingkungan awal yang aerob dengan spesies bakteri fakultatif gram-positif menjadi lingkungan yang sangat miskin oksigen dimana yang dominan adalah mikroorganisme anaerob gram-negatif

3. Kolonisasi sekunder dan pematangan plak
Kolonisasi sekunder ini memasukkan plak pada bagian belakang bentukan dari plak utama dan mengambil keuntungan dari perubahan lingkungan yang terjadi sebagai hasil dari pertumbuhan dan metabolisme plak utama. Pertama-tama, pda proses ini, terdapat sisa ruang intersisial dibentuk oleh interaksi bakteri dengan gram negatif kokus seperti jenis Neisseria dan Veilonella. Kedua, setelah 4-7 hari sebagai tanda pembentukan plak yaitu adanya inflamasi gingiva yang terus berkembang. Selama proses ini kondisi lingkungan akan berubah secara bertahap sehingga menyebabkan perubahan selektif yang lebih jauh. Hal ini termasuk pembukaan sulkus gingiva yang merupakan bagian dari pertumbuhan bakteri yang lebih dalam ditandai dengan aliran cairan dari sulkus gingiva. Ini merupakan hasil penyediaan nutrisi dari serum yang lebih dalam. Hal ini memungkinkan bakteri lain yang memilki kebutuhan metabolisme berbeda untuk masuk kedalam plak dan ini termasuk gram negatif rods seperti jenis Prevotella, Porphyromonas, Capnocytophaga, Fusobacterium dan Bacteroides. Setelah 7-14 hari kompleksibilitas dari plak semakin meningkat lebih jauh dengan adanya gambaranbakteri motil seperti Spirocaeta dan vibros. Interaksi bakteri yang lebih jauh mengakibatkan perbedaan jumlah dan jenisnya.

Interaksi yang menimbulkan perlekatan bakteri pengkoloni sekunder ke bakteri pengkoloni awal dinamakan koagregasi. Pada stadium akhir pembentukan plak, yang dominan adalah koagregasi diantara spesies gram-negatif, misalnya koagregasi Fusobacterium nucleatum dengan Porphyromonas gingivalis

4. Maturasi plak

Dalam waktu 2 minggu plak menjadi mature. Plak yang matur merupakan kumpulanyang penuh dengan segudang jenis bakteri indigenous dan ini membuat kesulitan jenis bakteri exogenous untuk berkolonisasi.

Semen Seng Phosphat


-->
Komposisi semen seng posphat :
Campuran zinc oksida, magnesium oksida, pigmen dan asam posphat
Powder (sebagai bahan utama ) adalah seng oksida (Zinc Oxide) 90% dan magnesium oksida 10%
Liquid (Cairan digunakan) adalah Phosphoric acid 30 – 50 %, air dan aluminium fosfat
Sifat Mekanik :
Compressive Strength 110MPa.
Diametral tensile strength 8MPa.
Ultimate tensile strength 10MPa.
Modulus Elastis 9-13Gpa
Sifat Kompatibilitas :
Asam posphat pada campuran dapat menyebabkan lesi pada jaringan pulpa mahkota gigi
Waktu pengerasan :
Waktu pengerasan semen seng fosfat yang memadai adalah antara 5 sampai 9 menit, seperti di tentukan dalam spesifikasi ADA no.8.
Manipulasi :
1. Tidak begitu perlu alat ukur untuk membagi jumlah bubuk dan cairan, karena kekentalan yang diinginkan bisa bervariasi menurut kebutuhan klinis nya. Jumlah penggunaan bubuk harus maksimal untuk meminimalkan daya larut dan memaksimalkan kekuatan.
2. alas aduk yang dingin, ini berguna untuk memperpanjang waktu kerja dan pengerasan serta memungkinkan operator menggunakan bubuk dalam jumlah maksimal sebelum pembentukan matriks berlanjut ke titik dimana adukan menjadi kaku.
3. pengadukan di awali dengan menambah sejumlah kecil bubuk dengan cepat. Gunakan area yang luas untuk mengaduk. Mengaduk setiap penambahan bubuk selama 15 detik sebelum dilakukan penambahan berikut nya. Kekentalan bervariasi sesuai dengan maksud penyemenan.
4. harus dengan cepat dimasukkan ke kavitas, jika mungkin dilakukan gerakkan getar.
5. setelah dimasukkan ke kavitas harus di tahan dan di tekan sampai mengeras untuk mengurangi rongga udara. Daerah kerja harus tetap kering.
6. kelebihan semen harus dibuang sebelum mengeras. Lalu mengulas selapis vernis atau lapisan anti tembus lainnya.

ZINC OKSIDE EUGENOL (ZOE)

Zinc oxide eugenol merupakan Suatu semen tipe sedative yang lembut. Biasanya disediakan dalam bentuk bubuk dan cair, dan berguna untuk basis insulatif (penghambat). Bahan ini juga sering digunakan untuk balutan sementara. PH-nya mendekati 7 yang membuatnya menjadi salah satu semen dental yang paling sedikit mengiritasi.

Struktur dan Komposisi semen seng oksida eugenol :
Type I : zinc oksida(69%), rosin(29%), zinc asetat, eugenol, minyak.
Type II : Zinc oksida(80%), akrilik resin(20%) dan eugenol.

Komposisi eugenol :
Eugenol biasanya berasal dari minyak cengkeh
Minyak cengkeh mengandung lebih eugenol (82 %) dari pada minyak dari teluk,jeruk atau kayu manis
Eugenol adalah optundent( menghilangkan rasa sakit agen)
Ini adalah cairan bening yang secara bertahap berubah menjadi kuning saat terkene cahaya

Sifat-sifat umum :
Mudah digunakan
Sewarna dengan gigi
Adhesif dengan jaringan gigi
Tidak berubah volume ketika mengeras
Mencegah timbulnya karies sekunder
Kekuatan cukup
Tidak larut dan tidak korosif dalam rongga mulut
Tidak toxic dan tidak iritasi pulpa dan gingiva
Dapat dipoles dengan mudah
10. Mencegah pembentukan plak
11. Kecepatan keausan sama dengan email
12. Absorpsi airnya rendah
13. Radiopaque
14. Dapat disimpan lama, murah

Sifat Fisik :
PH Netral (7)
rasio bubuk: cairan dari semen OSE akan mempengaruhi kecepatan pengerasan. Semakin tinggi rasio bubuk: cairan, semakin cepat pengerasannya.
Pendinginan alas aduk akan memperlambat waktu pengerasan kecuali temperaturnya titik pengembunan. Di bawah titik embun ini kondensat akan bergabung dengan adukan dan reaksi pengerasan akan dipercepat.

Seng oksida eugenol permanen tidak sekuat semen lain
Memiliki kekuatan yang lebih besar dan durabilitas (masa pakai) yang lebih lama jika digunakan sebagai bahan tambalan sementara
Perbandingan variasi yang ideal untuk mendapat sifat mekanik yang bagus adalah 60:40.

Sifat Mekanik :
Kekuatan semen OSE tergantung pada tujuan kegunaannya dan pada formula yang dirancang untuk tujuan tersebut.
Compressive Strength 2-14Mpa
Ketebalan adalah satu faktor penting dari restorasi pada saat cementation. Ketebalan tidak lebih dari 25 µm - 40 µm untuk permanen cementation.

Sifat Kompatibilitas :
Eugenol adalah bahan penyebab alergi stomatitis kontak
Ketebalan lapisan dari beberapa produk cenderung tinggi dan kelebihan semen yang mengeras sangat sulit untuk dibuang.

Waktu setting :
Waktu setting dari 4 sampai 10 menit. Untuk semen dimaksud untuk mengisi materi dan basis
Kekuatan compressive.

Kegunaan seng oksida seng eugenol :
Berbagai formula dan kegunaan di sebutkan dalam spesifikasi ADA no.30 untuk bahan restorasi OSE, yang menyebutkan empat jenis OSE ,semen OSE
Tipe1 digunakan untukn semen sementara.
Tipe2 digunakan untuk semen permanen dari restorasi atau alat-alat yang dibuat di luar mulut.
Tipe3 digunakan untuk restorasi sementara dan basis penahan panas.
Tipe4 digunakan untuk pelapik kavitas. Menganjurkan penggunaan bahan lapisan pada dinding pulpa untuk melindunginya dalam iritasi kimia dan bahan restorasi.namun ketebalannya tidak memadai untuk memberi perlindungan panas pada pulpa.
Kegunaan lainya adalah Bahan perekat crown logam dan Bahan pengisi perawatan saluran akar gigi sulung